Example floating
Example floating
Example 728x250 Example 728x250
Headline News

Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Ibadah Puasa

15
×

Kisah Mualaf di Balik Jeruji: Tahanan Polres Bangkep Ucap Syahadat dan Jalani Ibadah Puasa

Sebarkan artikel ini

BANGKEP, Banggaitoday.com – Suasana khidmat menyelimuti Rumah Tahanan (Rutan) Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Banggai Kepulauan (Bangkep). Frendi Fernando, seorang tahanan yang tengah menjalani proses hukum terkait kasus penganiayaan, secara resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat pada Kamis, 29 Januari 2026. Prosesi yang menyentuh hati ini dipandu langsung oleh personel Polri, Bripka Arsan.

Keputusan Frendi untuk menjadi mualaf murni berasal dari hidayah dan keinginan pribadinya tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Sebelumnya, pria kelahiran Banggai tahun 1998 ini memeluk agama Kristen Protestan. Saat ditemui, ia mengaku mendapatkan ketenangan batin selama berada di dalam masa tahanan, yang kemudian memantapkan niatnya untuk berpindah keyakinan ke agama Islam.

Setelah resmi memeluk Islam, Frendi kini terpantau aktif menjalankan ibadah, termasuk melaksanakan ibadah puasa di tahun 2026 ini. Perubahan positif ini disambut baik oleh petugas dan sesama tahanan lainnya. Kehadiran agama diharapkan menjadi kompas moral baru bagi Frendi dalam memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman di Mapolres Bangkep.

Langkah ini sejalan dengan program unggulan Sat Tahti Polres Bangkep yang mengedepankan prinsip “Memanusiakan Manusia”. Program ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum secara fisik, tetapi juga memberikan ruang bagi para tahanan untuk melakukan refleksi spiritual dan pengembangan diri yang positif melalui bimbingan rohani yang intensif.

Pihak Polres Bangkep berharap, melalui pendekatan persuasif dan religius ini, para tahanan yang nantinya bebas dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. Transformasi perilaku ini merupakan target utama agar residivisme dapat ditekan dan mantan warga binaan memiliki bekal mental yang kuat untuk memulai lembaran hidup yang baru.

Baca Juga :   Di Tengah Semarak HANTARU 2024, Menteri AHY Ungkap Kementerian ATR/BPN Berhasil Selamatkan Rp5,71 T Kerugian Negara dari Kejahatan Pertanahan

Upaya pembinaan mental ini membuktikan bahwa Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum yang tegas, tetapi juga sebagai pengayom yang peduli terhadap masa depan setiap individu, termasuk mereka yang sedang tersandung masalah hukum. Semangat perubahan ini diharapkan terus membawa dampak positif bagi situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bangai Kepulauan.

Penulis: Humas Polres BangkepEditor: *
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *