BANGKEP, Banggaitoday.com – Tim gabungan dari Sat Polairud Polres Bangkep bersama Polsek Buko, tim penyelam Blue Alliance, dan warga setempat berhasil menemukan Leri Donea (32), nelayan asal Desa Pelinglalomo yang dilaporkan hilang saat melaut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Perairan Pulau Tikus, Kecamatan Buko, Kabupaten Banggai Kepulauan, pada Kamis (12/2/2026) siang.
Kapolres Bangkep melalui Kasat Polairud IPTU Rahim Hasan menjelaskan bahwa operasi pencarian dimulai setelah pihaknya menerima laporan dari Polsek Buko terkait adanya warga yang diduga tenggelam. Korban diketahui berangkat melaut bersama empat rekannya pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, saat sedang memanah ikan pada tengah malam, korban memisahkan diri dari rombongan dan tidak kunjung kembali hingga pagi hari.
“Rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian mandiri pada pukul 06.30 WITA dan hanya menemukan wadah penampung ikan yang tersangkut di terumbu karang. Kejadian ini kemudian segera dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Buko dan diteruskan ke Pos Polairud Buko Selatan untuk tindakan evakuasi,” ujar IPTU Rahim Hasan dalam keterangan resminya.
Proses pencarian di bawah pimpinan Kapolsek Buko IPTU Nandang M. Sidik membuahkan hasil setelah tim menyisir area sekitar titik terakhir korban terlihat. Jasad korban ditemukan di dasar perairan dalam posisi tali pengikat badan yang terhubung ke jerigen pelampung tersangkut di batu karang. Diketahui, korban melakukan aktivitas menyelam secara manual tanpa didukung alat selam yang memadai.
Setelah berhasil dievakuasi dari dasar laut, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Tataba untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Usai proses identifikasi dan pemeriksaan luar selesai, pihak kepolisian segera mendampingi pengantaran jenazah ke rumah duka di Desa Pelinglalomo untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Menyikapi kejadian tragis ini, IPTU Rahim Hasan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah Banggai Kepulauan, agar lebih waspada saat melaut. “Kami meminta para nelayan untuk selalu menggunakan alat keselamatan yang standar dan tidak menyelam sendirian, terutama di area karang yang memiliki arus atau risiko tersangkut yang tinggi,” tutupnya.












