Bangkep, Banggaitoday.com – Areal persawahan akibat tidak turunnya hujan, tanah yang ditanami Padi Sawah mengalami kekeringan yang serius, hal tersebut mengakibatkan keresahan masyarakat Kecamatan Tinangkung Selatan khususnya Desa Kampung Baru dan Desa Tinangkung yang mempunyai yang areal persawahan.
Pasalnya, jika tidak segera di tangani dengan penanganan air yang cukup petani bisa gagal panen, sebab areal persawahan yang berkisar 70 hektar yang ada di dua desa tersebut merupakan sawah tadah hujan sehingganya semuanya tergantung pada curah hujan yang tinggi.
Merespon kegelisahan petani tersebut, DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan melalui komisi III, yang diketuai Nancy Dunda bersama anggotanya Hurcarlos, Harianto L. Sadardi, Steven Darwis dan Atriani Marta Saki melakukan monitoring secara langsung di areal persawahan Desa Kampung Baru dan Desa Tinangkung, Selasa (8/9/2026).
Monitoring 6 Aleg tersebut di dampingi Camat Tinangkung Selatan, BPP kecamatan Tinangkung Selatan, Kepala Desa Kampung Baru, Ketua BPD dan Petani padi sawah.
Ketua komisi III Nancy Dunda bersama anggotanya Hurcarlos, Harianto L. Sadardi, Steven Darwis dan Atriani Marta Saki langsung menyasar dibeberapa areal persawahan kemudian melakukan diskusi bersama petani dan pemerintah desa untuk penanganan air yang cukup agar kekeringan ada di persawahan Desa Kampung Baru dan Desa Tinangkung bisa teratasi dengan tanpa mengandalkan curah hujan setiap tahunya.
Salah satu petani padi sawah, Remi mengatakan kekhawatiranya bahwa petani akan mengalami gagal padahal sudah begitu banyak biaya yang dikeluarkan mulai dari sewa bajak sampai pembelian bibit padi dan pupuk.
“Kekeringan di sawah ini saya dan teman-teman petani sudah berupaya mengambil air dari embung terdekat dan ada juga yang menggali sumur sendiri untuk pengairan di sawah masing-masing tetapi tetap saja tidak mencukupi kebutuhan air di tanaman padi, olehnya petani membutuhkan solusi dari pemerintah daerah maupun DPRD Banggai Kepulauan,”ucapnya. (ks)












